Senin, 26 Oktober 2009

Mi Instan Mengandung Zat Bergizi untuk Tubuh

0 komentar

BELAKANGAN ini beredar beberapa rumor bahwa mi instan bisa berbahaya bagi kesehatan. Rumor yang cukup mengganggu adalah bahwa mi instan bisa memicu terjadinya kanker. Dan karena itu, mi instan tidak boleh dimasak bersama bumbunya. Pemanasan di atas 120 derajat Celsius berpotensi menjadi karsinogen pembawa kanker.

Benarkah demikian? Ternyata tidak. Demikian kata Prof Dr FG Winarno, ahli pangan dan Ketua Dewan Pakar PIPIMM (Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman). "Mi instan kering merupakan produk setengah matang. Disebut instan karena sangat cepat disajikan setelah dipanaskan pada suhu air mendidih. Biasanya kurang lebih 100 derajat Celsius dalam waktu kurang dari 5 menit. Jadi, suhunya bukan 120 derajat Celsius, di mana suhu tersebut baru dapat dicapai bila menggunakan pressure cooker atau retort untuk strelisasi dalam proses pengalengan pangan," terangnya.


Rumor lain yang tak kalah mengganggu adalah bahwa mi instan menggunakan lilin supaya awet dan tidak lengket setelah dipanaskan. Rumor ini pun tidak benar. "Teknologi produksi mi instan tidak pernah menggunakan lilin. Mi instan awet dan tahan simpan karena proses pembuatannya, antara lain dengan cara penggorengan atau deep frying yang membuat kadar air mi instan menjadi sangat rendah (sekitar 5 persen), sehingga tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup dan berkembang biak. Karena kadar air yang sangat rendah tersebut, mi instan bersifat sangat awet. Karena proses deep frying tersebut menggunakan minyak goreng, tidaklah aneh kalau sewaktu memasak mi instan terlihat berminyak. Tapi tidak mengandung lilin karena lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Dan itu terdapat pada makanan seperti apel dan kubis," sambungnya.

Styrofoam yang digunakan pada mi instan cup pun dianggap berbahaya bagi tubuh. Tapi anggapan itu salah. Styrofoam terbukti aman karena telah melewati standar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Cup yang dipakai mi instan adalah styrofoam (expandable polysteren) khusus untuk makanan (food grade) dan bisa menyerap panas. Itulah mengapa setelah diseduh dengan air panas, kita masih bisa memegang cup mi karena tidak panas.

Karena proses pressing-nya memenuhi standar, molekul styrofoam tidak larut atau rontok bersama mi instan yang diseduh dengan air panas. Jadi, jika mi instan menempel pada cup-nya ketika diseduh dengan air panas, itu semata-mata disebabkan oleh tingginya kadar minyak dalam mi, yaitu sekitar 20 persen.

Desain yang dibuat untuk mi instan pun berbeda, yaitu dengan menambahkan gerigi di bagian atas cup sehingga tak langsung panas di tangan. Selain itu, expandable polysteren yang digunakan mi instan cup telah melewati penelitian BPOM dan Japan Environment Agency, sehingga memenuhi syarat untuk mengemas produk pangan.

Memasak mi instan juga tak perlu menggunakan metode dua air terpisah karena air rebusan mi pertama justru mengandung betakaroten yang tinggi. Semua vitamin, mulai dari minyak dan bumbu yang larut dalam air, terdapat dalam air rebusan pertama ketika memasak mi. Jika air rebusan tadi diganti dengan air matang baru, justru vitaminnya hilang. Selain itu, minyaklah yang membuat mi atau makanan lain lebih enak. Jadi, air rebusan pertama tidak perlu dibuang. Dan kandungan betakaroten juga tocoferol dalam minyak sangat memenuhi kebutuhan gizi.

Bahkan MSG yang dianggap sebagai makanan yang berbahaya bagi kesehatan sebenarnya tak lebih dari sekadar paduan air, sodium, dan glutamate. Glutamate alami banyak ditemukan dalam bahan makanan hasil fermentasi, seperti kecap, tauco, keju, tomat, susu, ikan dan jamur. MSG telah digunakan ribuan tahun lalu oleh masyarakat Asia Timur sebagai penambah rasa makanan.

Lembaga pengawas kesehatan, seperti Depkes maupun WHO atao Codex, telah menyatakan bahwa MSG merupakan jenis bahan tambahan makanan yang tidak dilarang penggunaannya dalam industri pangan (sepanjang tidak melampaui batas aman yang distandarkan). "Mi instan menggunakan bahan pengawet. Dalam proses pembuatannya, mi instan mi instan menggunakan metode khusus agar lebih awet, namun sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu cara pengawetan mi instan adalah dengan deep frying yang bisa menekan rendah kadar air sekitar 5 persen. Metode lain adalah hot air drying (pengeringan dengan udara panas). Inilah yang membuat mi instan bisa awet hingga 6 bulan, asalkan kemasannya terlindung secara sempurna," tambah Prof Dr FG Winarno.

Kadar air yang sangat minim tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup apalagi berkembang biak. Malah mi instan tidak beraroma tengik serta tidak menggumpal basah. Untuk memastikan apakah mi instan layak dikonsumsi atau tidak adalah memperhatikan dengan seksama tanggal kadaluarsanya.

Muncul juga rumor bahwa mi instan bisa menyebabkan usus lengket dan bocor. Rumor ini pun dipatahkan oleh Prof Dr FG Winarno. "Untuk menentukan suatu penyakit seseorang bukan suatu hal yang sederhana, tetapi diperlukan kajian yang ilmiah dan mendalam. Dalam hal ini, tentu saja tidak cukup orang awam yang menyimpulkan. Bahkan sering diperlukan beberapa orang ahli dan masih harus didukung analisis laboratorium yang cukup kompleks dan canggih," tandasnya.

Rumor lain yang juga cukup mengganggu adalah bahwa mi instan mengandung sedikit serat, tapi kadar karbohidratnya tinggi, sehingga bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Sebenarnya kandungan mi instan beragam, tak hanya karbohidrat. Ada juga kadar protein yang tinggi dan vitamin-vitamin.

Pada dasarnya tak ada satu jenis makanan di dunia ini yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuh, kecuali ASI untuk bayi di bawah 6 bulan. Oleh karena itu, setiap makanan yang dikonsumsi manusia harus dilengkapi kandungan lain. Mineral 37 jenis dalam satu makanan agar zat gizi di dalamnya saling melengkapi kebutuhan manusia.

Mi instan sendiri mengandung protein, lemak, vitamin A, C, B1, B6, B12, niasin, folat, pantotenat, dan mineral besi. Mi instan pun telah dilengkapi dengan sayuran seperti wortel. Namun jumlahnya memang tak sebanyak yang diperlukan. Jadi, harus dilengkapi dengan makanan lain. Itulah yang tertera pada saran penyajian. Jika ingin makan mi instan dan mendapat asupan gizi, tambahan telur, sayur, atau daging sehingga mi instan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi. Lalu minum jus buah tanpa gula, sehingga sumbangan fruktosa bagi tubuh terpenuhi.

Read More......

Cukupi Kalsium Cegah Osteoporosis

0 komentar

KASUS osteoporosis terus meningkat jumlahnya. Mulai sekarang cukupi kalsium dan perbaiki gaya hidup, jangan biarkan "The Silent Disease" menggerogoti tulang Anda.

Dalam tubuh kita terdapat 206 tulang. Jangan biarkan satu pun dicuri oleh the silent disease bernama osteoporosis. Faktanya, fenomena osteoporosis terus meningkat. "Osteoporosis menyerang diam-diam tanpa adanya tanda-tanda khusus sampai penderita mengalami patah tulang," kata Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) Prof Dr Errol Untung Hutagalung SpB SpOT.

Hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis oleh Puslitbang Gizi Depkes bekerja sama dengan Fonterra Brands Indonesia tahun 2006 menyatakan, 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis. Angka ini lebih tinggi dari prevelansi dunia, di mana 1 dari 3 orang berisiko osteoporosis. Sementara hasil penelitian Indonesian White Papper yang dikeluarkan oleh PEROSI tahun 2007 mencatat bahwa osteoporosis pada wanita di atas 50 tahun mencapai 32,3 persen, sedangkan pada pria di atas 50 tahun mencapai 28,8 persen.

Fakta terbaru dari hasil The Asian Audit Epidomology Cost and Burden Osteoporosis in Asia menunjukkan, angka kejadian patah tulang meningkat 2-3 kali dalam 30 tahun ini. Selain itu, data yang dikeluarkan oleh International Osteporosis Foundation (IOF) diprediksikan pada tahun 2050 sebanyak 50 persen kasus patah tulang panggul akan terjadi di Asia.

"Mengapa di Asia, karena konsumsi masyarakat Asia akan asupan gizi dan kalsium itu sangat kurang sekali," ucap Errol pada acara Peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2009 yang diadakan oleh Departemen Kesehatan, PEROSI, dan Anlene di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (25/10).

Fakta soal kurangnya asupan kalsium tersebut juga pernah diungkap oleh sebuah penelitian yang dilakukan University of Otago, New Zealand, dan SEAMEO TROPMED RCCN Universitas Indonesia. Pada penelitian yang dilansir di European Jurnal of Clinical Nutrition tahun 2007 disebutkan, wanita Indonesia hanya mendapatkan 50 persen kebutuhan kalsium harian dari konsumsi hariannya.

"Penyakit yang paling ditakuti jika sudah patah tulang itu, sekali patah, maka akan repot karena akan berakibat pada penyakit osteoporosis," jelasnya.

Dijelaskan oleh Errol bahwa patah tulang yang paling ditakuti adalah patah tulang panggul karena bisa mengancam nyawa. Diketahui bahwa 20 persen orang yang patah panggul akan meninggal di tahun pertama, sisanya tidak bisa melakukan apa-apa dan butuh bantuan saat mengerjakan sesuatu.

Menteri Kesehatan Dr dr Endang Rahayu Sedyaningsih MPH PH mengatakan bahwa pembangunan kesehatan Indonesia berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan prevelansi gizi kurang pada balita serta menurunkan berbagai penyakit menular di masyarakat. Namun saat ini Indonesia mulai menghadapi berbagai penyakit degeneratif akibat meningkatnya usia harapan hidup dan perubahan gaya hidup seperti merokok, kurang aktivitas fisik (olahraga), dan pola makan yang tidak sehat.

"Penyakit yang dimaksud itu adalah penyakit seperti jantung koroner, stroke, kanker, diabetes melitus, dan osteoporosis," jelas Endang yang juga hadir di acara yang sama dalam peringatan Hari Osteporosis Nasional.

Endang menambahkan , menjadi tua merupakan proses alamiah yang tidak dapat dihindari. Namun, menjadi tua tetapi sehat dapat diupayakan dan diwujudkan. Pada usia lanjut terjadi proses degeneratif (kemunduran akibat proses menua) sehingga fungsi seluruh sistem tubuh dapat menurun.

"Proses degeneratif ini tetap berjalan, namun perlu dijaga agar tidak muncul gangguan fungsi, yaitu tidak terdeteksinya faktor risiko yang menimbulkan penyakit," jelas Endang.

Untuk mencegah osteoporosis dan penyakit degeneratif lain, di antaranya dengan memerhatikan kecukupan gizi, latihan, dan olahraga yang teratur. Kegiatan ini sebaiknya sudah dibiasakan sejak usia masih muda karena dapat mencegah penyakit dan meningkatkan kebugaran," pesannya.

Dikatakan oleh Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) Alwiesma Rachman bahwa osteoporosis bukanlah penyakit orang tua, semua orang sejak usia 34 tahun secara alamiah akan mengalami penurunan massa tulang. "Untuk itu, tabunglah tulang Anda dari sejak usia muda untuk mendapat kepadatan tulang semaksimal mungkin sebelum usia 30 tahun," saran Alwiesma.


Read More......

Jumat, 04 September 2009

Lindungi 80 Juta Anak dari Iklan Rokok di Film

0 komentar

Jakarta, Iklan rokok dalam tayangan film hingga kini masih beredar bebas yang bisa berdampak negatif bagi anak-anak. Aktivis perlindungan anak minta agar RUU Perfilman yang sedang dibahas DPR membuat larangan tayangan merokok dalam produk film.

Wakil Ketua Komnas Perlindungan Anak Muhammad Joni mengatakan ada 80 jutaan anak Indonesia yang harus mendapat perhatian Komisi X DPR RI dan secara khusus pada Panja dan Pansus RUU Perfilman agar melindungi mereka dari efek negatif iklan rokok di film.

Menurutnya segala bentuk iklan dan promosi rokok dalam sebuah tayangan film, yang jelas berdampak negatif bagi anak-anak, tidak bisa dibenarkan.

"RUU Perfilman mestinya tidak mengabaikan hak-hak anak untuk terlindungi dari berbagai efek destruktif-negatif, yakni memastikan pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok dalam pembuatan film. Termasuk membuat larangan tayangan merokok dalam produk film," kata Joni dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (5/9/2009).


RUU Perfilman saat ini sedang dalam pembahasan di Komisi X DPR RI. Berakhirnya masa jabatan anggota dewan akhir September ini diharapkan tidak membuat pembahasan RUU menjadi tergesa-gesa sehingga mengabaikan hal-hal krusial seperti materi iklan dan promosi rokok ini.

Joni menjelaskan, pelarangan ini dimaksudkan mencegah efek adiksi bahaya rokok yang mematikan dan memiskinkan rakyat, dan mencegah hasrat industri rokok memasuki atau menumpang imej dari artis atau citra film sebagai karya kreatif yang dikonsumsi masyarakat.

"Bagaimanapun film sebagai karya seni yang disaksikan dan dikonsumsi publik termasuk anak-anak," tegasnya.

Indonesia adalah satu-satuya Negara di Asia pasifik yang belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sehingga terkucil dan asing dalam khazanah tobacco control. Oleh karenanya, kata Joni, 80 jutaan anak Indonesia menaruh harapan besar pada Komisi X DPR RI dan secara khusus pada Panja dan Pansus RUU Perfilman.

"RUU Perfilman diharapkan dapat mengakomodir kepentingan anak dan menjadi benteng pertahanan anak dari pengaruh buruk rokok," pungkasnya.

Read More......

Nanas Bisa Menyebabkan Keguguran?

0 komentar

Jakarta, Buah nanas sampai kini masih sangat dijauhii oleh ibu hamil yang takut mengalami keguguran jika mengonsumsinya. Benarkah mengonsumsi buah nanas saat hamil bisa menyebabkan keguguran?

Buah nanas banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik sebagai buah asli, jus atau bisa juga dicampurkan dalam salad buah, asinan dan rujak. Nanas merupakan salah satu buah tropis yang bisa memberikan efek segar bagi yang mengonsumsinya. Namun, nanas juga dikenal mengandung tingkat keasaman yang tinggi.

Sampai saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan secara ilmiah mengenai hubungan antara mengonsumsi nanas saat hamil dengan keguguran. Namun, ada beberapa hal yang menunjukan bahwa nanas bisa memberikan efek pada mulut rahim dan sperma seseorang.

Meskipun belum ada penelitian secara ilmiah tapi dipercaya buah nanas bisa menyebabkan keguguran pada awal kehamilan, jika mengonsumsi buah nanas yang masih belum matang dan mengandung tingkat asam yang tinggi. Sedangkan jika mengonsumsi nanas pada usia akhir-akhir kehamilan bisa menyebabkan kontraksi yang lebih dini, seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (4/9/2009).

Namun, yang harus diingat adalah nanas bisa berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam keadaan mentah serta belum matang. Karena bisa menyebabkan kontraksi pada rahim, keguguran, muntah, diare serta periode menstruasi yang berat. Sedangkan pada buah yang masih mentah, ditakutkan masih mengandung bahan-bahan insektisida atau zat lain yang berbahaya bagi janin yang sedang dikandung.

Nanas merupakan buah yang mengandung vitamin, mineral, serat dan enzim yang bagus untuk membantu menjaga berat badan ideal. Selain itu juga sumber vitamin C yang bagus serta mengandung sedikit lemak dan sodium.

Mitos atau fakta bahwa buah nanas bisa menyebabkan keguguran masih belum bisa dipastikan secara ilmiah. Namun yang pasti bagi ibu hamil sebaiknya menghindari mengonsumsi nanas yang masih mentah dan belum matang. Lebih baik mengonsumsi nanas yang sudah matang dan manis serta makanlah nanas secukupnya dan jangan berlebihan.

Read More......

Rabu, 19 Agustus 2009

Berbagai Tips Sehat

0 komentar

- "Campuran air kencur dengan sedikit madu dapat mengatasi batuk pada anak-anak."

- "Ganti susu cair biasa dengan skim atau susu tanpa lemak untuk menghindari kelebihan kolesterol."

- "Jadilah vegetarian selama 2 hari dalam seminggu untuk mengatasi kulit berminyak."

- "Hanya dibutuhkan olahraga selama 10 menit tiap hari untuk menambah energi dalam tubuh."

- "Berikan kompres panas untuk mengurangi nyeri, relaksasi & melancarkan aliran darah si penderita osteoarthritis."

- "Ingin berbisik, silakan di telinga kanan karena telinga kanan akan tersambung dengan otak kiri yang mengatur proses informasi verbal."

- "Oleskan es batu selama 5-10 menit untuk menghilangkan bengkak karena digigit serangga."

- "Minum air putih yang banyak dapat mengatasi flu, pilek, dan influenza agar tidak bertambah parah."

- "Kurangi secangkir kopi atau sebotol soda perhari dapat membuat tubuh lebih mudah mencerna zat-zat yang dibutuhkan."

- "Buah durian dapat berfungsi untuk meremajakan kulit dan mencegah penuaan dini ketika dijadikan masker."


- "Kerut dan bintik hitam pada kulit akibat sinar matahari dapat dicegah dengan tomat karena buah ini banyak mengandung Lycopene (pigmen alami)."

- "Buah kiwi mengandung kalium yang bisa mencegah timbulnya stroke dan penyakit jantung koroner."

- "Ketika bekerja di depan layar komputer biasakanlah setiap 50 menit mengistirahatkan mata selama 5 menit dengan memfokuskan mata ke tanaman yang berwarna hijau."

- "Makan perlahan-lahan dan dalam posisi duduk dapat lebih memudahkan makanan untuk dicerna."

- "Manusia membutuhkan lebih dari 40 nutrisi berbeda untuk kesehatan tubuhnya dan tidak ada satu jenis makanan yang dapat mensuplai itu."

- "Mencoba hobi baru, sedikit berolahraga, dan menambah teman ialah cara mudah untuk mengatasi stres."

- "Agar jantung lebih sehat, sering-seringlah berlari kecil (jogging) dan berenang."

Read More......

Panduan Minum Obat Ketika Puasa

0 komentar

Jakarta, Sebagian besar umat muslim memilih tetap menjalankan puasa meskipun sedang sakit. Pola makan yang berubah membuat jadwal minum obat penderita penyakit menahun seperti hipertensi dan diabetes ikut berubah. Bagimana pola minum obat yang benar ketika sedang berpuasa?

Keputusan mengubah jadwal minum obat memang dikhawatirkan membahayakan keadaan orang sakit. Jadi perlu sikap yang baik untuk membuat jadwal minum obat sesuai dengan kondisi saat puasa.

Sebuah penelitian dilakukan pada 81 orang pasien di Maroko. Sebanyak 58% mengubah pola makan obat ketika bulan Ramadan yaitu 35 orang menghentikan pengobatan, 8 orang mengganti jadwal minum obat, dan 4 orang meminum obat yang dijadwalkan beberapa kali minum dalam sehari menjadi hanya satu kali minum.

Penelitian yang melibatkan jumlah pasien yang lebih banyak (325 orang) dilakukan di Kuwait. Sebanyak 64% diantara mereka mengubah pola minum obat mereka, dan 18% diantaranya meminum obat yang seharusnya untuk sehari dalam satu kali minum. Laporan medis di negara tersebut menyebutkan bahwa pada awal bulan Ramadan banyak pasien yang masuk ke unit gawat darurat maupun ke ICU karena tidak mau minum obat saat Ramadan, atau mengubah jadwal minumnya dengan cara yang salah.

Fenomena yang hampir sama dialami di Indonesia. Pada setiap pertengahan bulan puasa dan awal lebaran banyak pasien yang dirawat di rumah sakit. Hal ini salah satunya karena ketidakdisiplinan para pasien penyakit menahun dalam mengkonsumsi obat.

Seringkali pasien mengubah pola konsumsi obatnya tanpa berkonsultasi dengan dokter. Disamping itu, banyak pula diantara para dokter tidak memperhatikan pola pemberian obat saat puasa. Misalnya adalah pemberian obat antibiotik 3 kali sehari saat puasa. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh dokter jika pasien tetap menginginkan untuk tetap menjalankan kewajiban puasa. Seorang dokter harus dapat memilih pola konsumsi obat yang paling sesuai untuk para pasiennya.

"Untuk mencapai tujuan pengobatan, pemberian obat harus selalu memperhatikan beberapa aspek penting pengobatan, yaitu aspek jalur pemberian, jadwal pemberian, dan interaksi obat dengan makanan. Aspek-aspek ini menjadi sangat penting di bulan Ramadan karena perubahan pola hidup kita di bulan suci tersebut," kata dr Nur Azid Mahardinata dari Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kedokteran FK-UGM, Rabu (19/8/2009) seperti dikutip dari tulisannya.


Jalur Pemberian
Menurut keputusan bersama para ahli agama dan kesehatan, jalur pemberian obat yang tidak membatalkan puasa adalah obat tetes untuk mata, telinga, hidung; obat semprot hidung dan inhaler; semua macam obat yang diserap melalui kulit (salep, krim, dll); penyuntikan melalui kulit, otot, sendi, atau vena (kecuali infus); oksigen dan gas-gas anestesia (obat bius); obat penyakit jantung angina (tablet nitrogliserin yang diletakkan di bawah lidah); penyegar mulut (spray ataupun cairan yang tidak ditelan); pemasangan sipral pencegah kehamilan, pembersih vagina, obat supositoria (ke dalam vagina atau anus); dan pembedahan dengan anestesi umum jika pasien memutuskan untuk berpuasa.

Perhatian yang utama diberikan kepada pemberian cairan infus. Cairan infus banyak sekali macamnya dan diberikan juga dengan tujuan yang berbeda-beda. Pemberian cairan dan obat dengan cara ini tidak diperbolehkan karena dianggap membatalkan puasa, sehingga pasien-pasien yang mendapatkan jalur pengobatan ini harus membatalkan puasanya dan menggantinya dihari lain di luar bulan Ramadan.

Jadwal Pemberian
Jadwal pemberian obat sangat tergantung kepada jenis obat yang diberikan. Obat-obatan yang dijual dipasaran, misalnya obat sakit flu atau batuk, biasanya memiliki komposisi untuk diminum 3 kali sehari. Obat antibiotik misalnya amoksisilin juga diberikan 3 kali sehari. Pada saat puasa, jadwal pengobatan ini harus diperhatikan karena alih-alih mendapatkan manfaat dari pengobatan, bisa jadi kita mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut.

Manjur tidaknya sebuah obat dan muncul tidaknya efek samping sebuah obat sangat dipengaruhi oleh proses fisiologis dan biokimiawi tubuh. Pada keadaan puasa, proses-proses tersebut berubah terutama karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas. Dokter harus dapat memberikan pilihan obat yang paling tepat bagi pasien mereka jika mereka tetap menginginkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Bagi pasien yang memiliki jadwal minum obat satu kali sehari tidak akan memiliki masalah yang berarti. Mereka dapat mengkonsumsi obat tersebut saat sahur atau berbuka. Akan tetapi, harus diingat bahwa beberapa macam obat dapat terganggu efektifitasnya jika diberikan pada waktu-waktu tertentu. Hal ini terutama terkait dengan interaksinya dengan makanan. Seorang dokter harus yakin bahwa perubahan jadwal minum obat (saat sahur atau buka) tidak akan mengurangi kemanjuran obat.

Sebuah penelitian terhadap obat theofilin (biasa digunakan untuk pasien asma) membuktikan bahwa terdapat penurunan jumlah obat yang terserap secara signifikan antara pemberian obat tersebut pada jam 8 malam (kurang lebih 2 jam setelah buka) dibandingkan dengan pemberian pada jam 4 (segera setelah sahur). Perbedaan ini dijelaskan dengan adanya perubahan asam lambung dan ritme serta kualitas makanan selama Ramadan.

Obat lain yang terpengaruh secara signifikan saat bulan suci adalah obat anti kejang (asam valproat). Absorbsi obat ini terhambat jika diberikan pada jam 8 malam (setelah buka), sedangkan pemberian segera setelah sahur menunjukkan adanya penurunan eliminasi (pembuangan) kadar obat dalam darah secara bermakna dibandingkan dengan pemberian dalam waktu yang sama di bulan lain di luar Ramadan. Cimetidin obat yang sering digunakan pada gangguan lambung, paling baik digunakan pada malam hari (sebelum tidur) karena selain mengurangi sekresi asam lambung pemberian pada malam hari juga bisa membantu penyembuhan dan mengurangi kemungkinan terjadinya ulkus (luka) lambung.

Pada penelitian terhadap pasien-pasien hipertensi (tekanan darah tinggi) tidak terdapat perbedaan yang berarti pada bulan Ramadan dan bulan-bulan di luar bulan suci. Pasien hipertensi yang menggunakan pengobatan tunggal tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan jam minum obat, baik setelah buka atau setelah sahur, karena tidak ada perbedaan yang berarti antara 2 waktu tersebut. Hanya sebagai catatan, propanolol,--obat untuk tekanan darah tinggi,-- lebih baik diserap oleh tubuh jika diminum pada pagi hari dibandingkan jika diminum pada malam hari.

Bagi pasien yang memiliki jadwal minum obat 2 kali sehari atau lebih menghadapi kendala yang lebih sulit karena distribusi obat dalam darah secara optimal tidak akan bisa tercapai dengan baik. Pasien dengan dosis 2 kali minum dapat meminum obatnya pada saat buka dan sahur. Tetapi karena perbedaan jangka waktu antara sahur-buka dan buka-sahur, dosis optimal obat dalam darah tidak akan tercapai. Terlebih lagi pada pasien dengan dosis 3 kali minum obat, kadar optimal obat dalam darah tidak akan tercapai dengan baik.

Keadaan ini harus sangat diperhatikan terutama pada pemberian obat dengan dosis pengobatan yang sempit karena adanya resiko tinggi untuk terjadinya keracunan atau munculnya efek samping obat. Dalam keadaan ini, dokter diharapkan dapat memberikan pilihan pengobatan yang sesuai, yaitu dengan mengubah pilihan obat menjadi dosis 1 kali minum atau memilih jenis/kelas obat lain yang sesuai dengan efek eliminasi yang lebih panjang. Jika tidak memungkinkan, maka pilihan untuk membatalkan puasa mungkin adalah resep yang paling baik bagi pasien tersebut.

Sebagai contoh adalah penggunaan obat anti inflamasi non-steroid yang biasa digunakan sebagai obat pada penyakit sendi (artritis), seperti misalnya ibuprofen. Untuk mencapai dosis optimalnya, obat-obat ini harus diminum 3-4 kali dalam sehari, sehingga perlu diganti dengan obat yang memiliki waktu pembuangan dari darah yang lebih lama, seperti misalnya piroksikam yang cukup diminum 1 kali dalam sehari. Selalu tanyakan kepada dokter Anda tentang pilihan obat yang bisa Anda dapatkan.

Sebagai catatan penting adalah untuk obat-obat bebas dipasaran, misalnya obat flu, beberapa macam obat antibiotik, dan lain-lain. Biasanya obat-obatan ini dijadwalkan untuk pemberian 3 kali sehari. Jika kemudian seseorang meminumnya sekaligus dalam sekali minum atau merubah jam pemberian menjadi malam hari (antara waktu buka hingga sahur) dikhawatirkan akan timbulnya efek samping obat. Alangkah lebih baik jika kita mengalami sakit ketika berpuasa, kita mengkonsultasikan diri kita kepada dokter sehingga mendapatkan keputusan yang paling tepat.

Interaksi dengan makanan
Secara umum, pengaruh makanan terhadap obat adalah mengurangi, memperlambat, atau meningkatkan ketersediaan obat secara sistemik. Besarnya pengaruh tersebut tergantung pada bentuk obat secara fisik atau kimia; formulasi obat (kombinasi antara zat aktif obat dengan zat-zat lainnya dalam obat); jenis makanan; dan waktu antara makan dan minum obat. Pada bulan Ramadhan, 2 faktor terakhir dapat berefek positif pada pengobatan karena ritme dan komposisi/kualitas makanan menjadi lebih teratur.

Minuman seperti teh, kopi, dan jeruk dapat meningkatkan asam lambung yang dapat meningkatkan penyerapan obat yang memiliki sifat asam lemah seperti salisilat, dipiridamol, sulfamida, dan beberapa jenis antibiotik dan hipnotik. Sedangkan obat-obatan seperti petidin, amitriptilin, dan antihistamin (obat anti alergi) akan menjadi terhambat. Konsentrasi karbohidrat dan lemak yang tinggi dalam makanan juga dapat mempengaruhi bioavailability (ketersediaan hayati) obat dalam tubuh, tetapi hal ini tergantung pada formulasi obat yang digunakan.

Sebagai contoh adalah pengobatan dengan asam bebas fenitoin dalam bentuk serbuk Hidantol yang dengan adanya kandungan lemak yang tinggi dalam makanan dapat meningkatkan ketersediaan hayati obat tersebut dalam tubuh. Tetapi, efek sebaliknya akan muncul jika fenitoin sodium lepas lambat (Phenytek) diminum bersama dengan lambung yang penuh dengan makanan berkadar lemak tinggi.

Efek klinis yang muncul karena pengaruh makanan terhadap obat tergantung kepada lebar sempitnya efek terapetik masing-masing obat. Turunnya ketersediaan hayati obat dalam tubuh sebagai akibat dari interaksi obat dan makanan dapat mengakibatkan efek yang serius terhadap kadar obat dalam dalam, khususnya obat dengan indeks terapetik yang sempit, sehingga mengakibatkan berkurangnya kemanjuran obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat.

"Ketiga faktor diatas (jalur pemberian, jadwal minum obat, dan interaksi obat dengan makanan) harus diperhatikan oleh dokter dan pasien saat mereka memutuskan untuk tetap berpuasa meskipun dalam keadaan sakit. Hendaklah para dokter dapat memberikan pilihan obat yang paling sesuai bagi mereka yang tetap menginginkan berpuasa saat ramadhan dengan tetap mendapatkan hasil yang optimal dari pengobatan yang diberikan," tutur dr Nur Azid.


Read More......

Maag Bisa Sembuh Dengan Berpuasa

0 komentar

Jakarta, Umumnya penderita maag ragu untuk berpuasa karena takut penyakitnya kambuh. Tapi ternyata puasa justru bisa menyembuhkan sakit maag seseorang.

Pada saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum selama kurang lebih 14 jam, yang berarti selama waktu tersebut sistem pencernaan tubuh tidak akan menerima makanan dan minuman.

Sebuah penelitian di Paris yang melibatkan 13 sukarelawan melaksanakan puasa selama bulan Ramadan, ternyata terjadi peningkatan asam lambung pada minggu pertama puasa dan kembali normal setelah minggu kedua puasa. Dan puasa sendiri akan menurunkan kadar hormon gastrin dan menurunkan asam lambung.

"Sakit maag atau dispepsia adalah kumpulan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah ulu hati (epigastrium)," ujar Dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dalam acara Simposium Mini "Tetap Sehat dan Bugar Selama Bulan Ramadhan" di Aula FK-UI RSCM, Jakarta, Rabu (19/8/2009).

Dr. Ari menambahkan dispepsia dibagi menjadi dua tipe yaitu dispepsia fungsional jika endoskopinya normal dan dispepsia organik jika endoskopinya tidak normal seperti ada peradangan, sariawan (tukak) pada lambung atau usus dua belas jari, lalu adanya tumor atau polip.

Biasanya ditandai dengan gejala rasa sakit atau perih di daerah ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sering bersendawa, nafsu makan menurun, nyeri atau panas dada dan mulut terasa pahit.

Dengan berpuasa sakit maag seseorang bisa sembuh, karena selama berpuasa seseorang akan:

1. Makan dengan teratur setiap harinya saat sahur dan berbuka.
2. Mengurangi mengkonsumsi camilan yang berlemak.
3. Mengurangi rokok.
4. Mengurangi minum kopi dan minuman bersoda.
5. Lebih bisa mengendalikan diri.
6. Pola hidupnya lebih teratur.


"Selain itu, sebaiknya berbuka puasa dengan yang manis dan makanan yang ringan lalu shalat terlebih dahulu baru makan besar. Dengan puasa sebaik-baiknya maka maag pun bisa disembuhkan asalkan tetap menghindari makanan-makanan yang dapat memicu," ujar Dr. Ari yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PB PAPDI ini.

Hindari makanan berlemak, makanan yang mengandung gas (sawi, kol), makanan berserat tertentu, makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung (kopi, alkohol, susu full krim), makanan yang sulit dicerna (keju), makanan yang dapat merusak dinding lambung (cuka, pedas).

Dengan pengaturan makan yang baik maka bisa memperbaiki sakit maag selama berpuasa. Umumnya sakit maag yang fungsional dapat menjalankan ibadah puasa sedangkan untuk sakit maag organik sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Read More......
 

Adrian Blog. Copyright Weblog 2011 All Rights Reserved by adrian